Omjay Menuntun Langkah Literasiku



Resume KBMN hari 19

Kelas KBMN malam ini benar-benar menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Meski harus berpacu dengan waktu antara membaca materi yang terus mengalir dan menyusun resume, justru di situlah letak tantangannya. Saya merasa tertantang sekaligus termotivasi untuk terus belajar.

Banyak ilmu, inspirasi, dan semangat baru yang saya peroleh dari diskusi yang dipandu Om Jay dan Pak Damar.

Jujur saja, sebelum mengenal KBMN, saya termasuk orang yang kurang menyukai membaca pesan-pesan panjang dan beruntun di grup WhatsApp. Bahkan beberapa kali saya mengikuti pelatihan menulis, saya tidak mampu bertahan hingga akhir karena merasa kewalahan dengan banyaknya materi yang harus dibaca dan dipahami.

Namun, sejak mengikuti KBMN Gelombang 34, saya menemukan suasana belajar yang berbeda. Setiap pertemuan menjadi tantangan baru yang memaksa saya keluar dari zona nyaman.

Saya dituntut untuk membaca lebih cepat, memahami lebih banyak informasi, dan menuliskan kembali apa yang saya pahami dalam bentuk resume maupun refleksi.

Awalnya terasa berat. Sebagai seorang yang lebih menganggap diri sebagai "reader sejati" daripada penulis, saya sering merasa tertinggal ketika melihat teman-teman lain begitu aktif menulis dan berbagi karya.

Ditambah lagi, kondisi CTS pada kedua tangan yang saya alami membuat proses menulis tidak selalu mudah. Saya lebih sering memanfaatkan fitur voice typing untuk menuangkan ide, kemudian merapikannya kembali agar menjadi tulisan yang lebih baik.

Namun justru melalui KBMN saya belajar bahwa menulis bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang keberanian untuk memulai dan konsistensi untuk terus berproses. Sedikit demi sedikit saya mulai menikmati perjalanan ini. Apa yang dulu saya hindari kini perlahan menjadi kebiasaan yang saya nantikan.

Materi malam ini tentang Artificial Intelligence (AI) semakin membuka wawasan saya. Saya sangat setuju dengan pandangan Om Jay bahwa AI bukanlah ancaman, melainkan alat bantu yang dapat dimanfaatkan secara bijaksana.

AI dapat membantu mencari ide, membuat kerangka tulisan, merangkum informasi, hingga mempercepat proses menulis. Namun pengalaman hidup, ketulusan, empati, dan sentuhan hati tetap berasal dari manusia.

Bagi saya pribadi, AI menjadi salah satu sarana yang membantu mengatasi keterbatasan dalam proses menulis. Namun saya juga menyadari bahwa AI tidak boleh membuat kita berhenti berpikir. Sebaliknya, AI harus digunakan untuk memperkuat kemampuan belajar, membaca, dan menulis.

Seperti yang disampaikan dalam diskusi malam ini, AI seharusnya menjadi alat untuk melesatkan kecerdasan, bukan membuat kecerdasan menjadi tumpul karena ketergantungan.

Saya juga sangat mengapresiasi ketulusan Om Jay yang terus konsisten menyalakan api literasi melalui berbagai cara. Tidak hanya menghadirkan kelas belajar yang luar biasa, tetapi juga memberikan apresiasi melalui komentar pada karya peserta, menjawab pertanyaan secara pribadi, dan terus memotivasi kami untuk berani berkarya. Perhatian-perhatian sederhana seperti itulah yang membuat peserta merasa dihargai dan terus bersemangat belajar.

Melalui KBMN Gelombang 34, saya merasa tertantang untuk terus belajar, berproses, dan membuktikan kepada diri sendiri bahwa saya mampu bertahan, bahkan berkembang, di dunia literasi yang dahulu terasa begitu berat. Saya menyadari bahwa pertumbuhan tidak selalu terjadi karena kemampuan yang luar biasa, tetapi karena kesediaan untuk terus belajar meskipun langkah yang diambil masih kecil.

Terima kasih Om Jay dan Pak Damar atas ilmu, inspirasi, dan motivasi yang diberikan malam ini. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, dan kekuatan untuk terus menginspirasi para guru dan pegiat literasi di seluruh Nusantara.

Semoga saya pun dapat terus istiqamah belajar, menulis, dan bertumbuh bersama teman-teman hebat di KBMN. Karena terkadang, sebuah perjalanan besar dimulai dari keberanian untuk bertahan pada satu langkah kecil setiap harinya.


Komentar

Posting Komentar

Terima kasih atas commentnya. Yuukk lihat postingan yang lain

Postingan populer dari blog ini

Akhir Tahun Yang Berbeda

Cerita Pembelajaran Pendidikan Budi Pekerti: Belajar Rukun di Dalam Keluarga Senin 19 Januari 2026 Kelas 1C SDN TANGERANG 3

Saat Diksi Mengetuk Kenangan