Postingan

Belajar

Membuka Mata Melalui Pantun

Gambar
Menjaga Warisan Budaya Melalui Kaidah Pantun Pertemuan ke-20 KBMN Gelombang 34 malam ini menghadirkan suasana yang berbeda. Sebagai seorang reader sejati , saya kembali memilih duduk tenang di bangku pembelajar, menyimak setiap untaian ilmu yang disampaikan narasumber tanpa banyak berbicara. Namun justru dari posisi itulah saya merasakan betapa kayanya khazanah budaya bangsa yang tersimpan dalam sebuah pantun. Kelas dibuka dengan pantun yang indah dari narasumber, Bapak Miftahul Hadi, S.Pd., yang langsung mengajak peserta memasuki dunia sastra lama yang penuh makna. Dengan rendah hati beliau memperkenalkan diri sebagai seorang guru dari kampung yang ingin belajar bersama para peserta. Sikap sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa ilmu tidak selalu lahir dari kemegahan, tetapi dari kesungguhan untuk terus belajar dan berbagi. Malam itu kami diajak memahami bahwa pantun bukan sekadar rangkaian kata berima. Pantun adalah salah satu kekayaan seni verbal Nusantara yang telah diwariskan t...

Omjay Menuntun Langkah Literasiku

Gambar
Resume KBMN hari 19 Kelas KBMN malam ini benar-benar menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Meski harus berpacu dengan waktu antara membaca materi yang terus mengalir dan menyusun resume, justru di situlah letak tantangannya. Saya merasa tertantang sekaligus termotivasi untuk terus belajar. Banyak ilmu, inspirasi, dan semangat baru yang saya peroleh dari diskusi yang dipandu Om Jay dan Pak Damar. Jujur saja, sebelum mengenal KBMN, saya termasuk orang yang kurang menyukai membaca pesan-pesan panjang dan beruntun di grup WhatsApp. Bahkan beberapa kali saya mengikuti pelatihan menulis, saya tidak mampu bertahan hingga akhir karena merasa kewalahan dengan banyaknya materi yang harus dibaca dan dipahami. Namun, sejak mengikuti KBMN Gelombang 34, saya menemukan suasana belajar yang berbeda. Setiap pertemuan menjadi tantangan baru yang memaksa saya keluar dari zona nyaman. Saya dituntut untuk membaca lebih cepat, memahami lebih banyak informasi, dan menuliskan kembali apa yang say...

Belajar Gigih Dari Cing Ato

Gambar
Resume KBMN PGRI Angkatan 34 Hari Ke-18 Malam ini, seperti malam-malam KBMN sebelumnya, saya kembali hadir sebagai seorang reader sejati. Saya lebih banyak membaca, menyimak, dan merenungkan setiap kisah yang disampaikan narasumber daripada aktif bertanya.  Namun justru dari posisi sebagai pembaca inilah saya sering menemukan pelajaran hidup yang begitu dalam. Narasumber malam ini adalah Bapak Suharto, S.Ag., M.Pd., yang akrab disapa Cing Ato. Beliau bukan hanya seorang guru madrasah, tetapi juga sosok inspiratif yang membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkarya. Saat mendengarkan perjalanan hidup beliau, saya berkali-kali merasa kecil. Selama ini saya sering merasa menulis adalah pekerjaan yang berat. Kondisi Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yang saya alami di kedua tangan sering menjadi hambatan.  Bahkan dalam keseharian, saya lebih nyaman menggunakan fitur voice typing lalu merapikannya kembali daripada harus mengetik panjang dengan jari-jari yang mudah l...

Menembus Keraguan, Menyambut Mimpi Menjadi Penulis

Gambar
Malam itu saya mengikuti kegiatan KBMN (Kelas Belajar Menulis Nusantara) Gelombang 34 melalui grup WhatsApp. Tema yang diangkat sangat menarik, yaitu "Terbitkan Buku Semakin Mudah Bersama Penerbit Indie" dengan narasumber Bapak Mukminin, S.Pd., M.Pd., atau yang akrab disapa Cak Inin, seorang guru, penulis, editor, sekaligus Owner Kamila Press Lamongan. Sejak awal kegiatan, saya merasa tema ini begitu dekat dengan kondisi diri saya. Selama ini saya senang membaca dan sesekali menulis, tetapi tulisan-tulisan itu hanya tersimpan di komputer atau buku catatan.  Saya belum pernah memberanikan diri menerbitkan karya. Bukan karena tidak ingin, melainkan karena saya selalu merasa tulisan saya belum cukup baik. Saya sering membandingkan diri dengan penulis lain yang karya-karyanya sudah terbit dan dibaca banyak orang. Akibatnya, rasa percaya diri saya semakin kecil dan impian menerbitkan buku terasa sangat jauh. Ketika mendengarkan perjalanan hidup Cak Inin, saya justru merasa tersen...

Air Mata Senja

Gambar
Assalamualaikum tante, om, dan semuanya… Dengan hati yang begitu berat, izinkan kami memohon doa dan dukungan dari keluarga semua. Hari ini kami kembali diuji.  Daeng Aji baru saja dinyatakan positif kanker usus. Saat membaca pesan dari keponakanku di grup keluarga, rasanya seperti ada sesuatu yang runtuh perlahan di dalam dada. Sesak… sedih… dan takut bercampur menjadi satu. Ingin rasanya saat itu juga aku datang menemuinya, duduk di dekatnya, memastikan beliau baik-baik saja. Namun jarak dan waktu tidak mengizinkan.  Aku masih terikat pekerjaan yang tak bisa kutinggalkan begitu saja. Dan sejak membaca kabar itu, pikiranku tak lagi tenang. Kata “kanker” selalu menjadi luka dalam hidupku. Penyakit itu pernah merenggut kakak perempuanku karena kanker payudara. Luka itu bahkan belum benar-benar sembuh, namun kini bayang-bayang yang sama kembali datang menghantui keluarga kami.  Kali ini menyerang Daeng Aji, kakak iparku… sosok yang selama ini menjadi pengganti ayah dalam hi...

Impian Majalah Sekolah sebagai Pohon Literasi

Gambar
Resume Kegiatan KBMN Hari ke-16 “Mengelola Majalah Sekolah” Kegiatan Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang ke-34 pada pertemuan ke-16 membahas tema “Mengelola Majalah Sekolah” dengan narasumber Widya Arema dan moderator Mutmainah, M.Pd. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Senin, 25 Mei 2026 pukul 19.00 WIB. Materi kegiatan menjelaskan pentingnya majalah sekolah sebagai media literasi, publikasi, dan wadah kreativitas warga sekolah. Bagi saya, materi malam itu bukan sekadar pembelajaran tentang teknik membuat majalah sekolah, tetapi juga menumbuhkan sebuah impian besar. Saya membayangkan majalah sekolah ibarat pohon literasi yang ditanam perlahan di lingkungan sekolah.  Pohon itu mungkin kecil saat pertama ditanam, tetapi jika dirawat bersama oleh guru, siswa, dan kepala sekolah, maka suatu hari akan tumbuh rindang dan memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah. Narasumber menjelaskan bahwa majalah sekolah merupakan media yang dikelola dari ...

Menjemput Mimpi Menjadi Penulis di Tengah Kesibukan Mengajar

Gambar
Resume KBMN Hari ke-15 “Menulis Buku Biografi dan Autobiografi” Narasumber: Lely Suryani, S.Pd.SD Moderator: Aam Nurhasanah, S.Pd Pertemuan ke-15 KBMN Gelombang ke-34 menghadirkan suasana belajar yang hangat, santai, tetapi penuh makna. Tema yang diangkat adalah “Menulis Buku Biografi dan Autobiografi”. Dari awal kegiatan, narasumber mengajak peserta untuk memahami bahwa menulis biografi bukan sekadar mencatat tanggal lahir, riwayat pendidikan, atau daftar pencapaian seseorang. Menulis biografi adalah seni menangkap nilai kehidupan, perjuangan, kegagalan, dan harapan yang dapat menjadi pelajaran berharga bagi orang lain. Dalam percakapan WhatsApp, narasumber menyampaikan bahwa seorang penulis biografi ibarat sutradara film yang memilih adegan terbaik dalam kehidupan tokohnya. Kalimat itu terasa sangat mengena. Ternyata menulis bukan tentang memasukkan semua cerita, melainkan memilih bagian paling bermakna agar pembaca dapat merasakan emosi dan pesan dari kisah tersebut. Materi yang dip...